Langsung ke konten utama

Peran solar dome dalam ketahanan pangan nasional

Foto : Solar Dryer Dome yang sudah dibangun di Kendal- Jawa Tengah
Problem ketahanan pangan merupakan persoalan global termasuk Indonesia yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahun harus diiringi dengan ketersedian pangan yang mencukupi. Ketersedian pangan merupakan problem dan tantangan saat ini yang harus dihadapi  baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Salah satu solusi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional adalah dengan penanganan pasca panen yang efektif dan efesien untuk mengurangi kehilangan hasil panen. Hasil pertanian sering kali rusak atau kotor yang akan mempengaruhi dari kualitas dan kuantitas hasil produk pertanian. Hasil pertanian yang rusak dapat terjadi karena tingginya kadar air yang meningkatkan pertumbuhan dan pertumbuhan mikroorganisme dalam produk. Pengeringan menggunakana Solar Dryer Dome merupakan salah satu penanganan pascapanen yang dapat menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen. Hasil panen dapat dijaga hingga seratus persen dengan pengeringan yang baik.

Hasil pengeringan yang baik dapat disimpan dengan jangka waktu yang lama di dalam tempat atau gudang penyimpanan, dan dapat digunakan kembali jika dibutuhkan. Hasil pertanian dengan pengeringan yang baik juga mempermudah tranportasi dan pengemasan produk tanpa mempengaruhi kualitas produk.

Pengeringan menggunakan solar drying yaitu memanfaatkan panas dari sinar matahari untuk meningkatkan suhu udara sekitar dalam ruang. Suhu udara yang panas dalam ruang akan meningkatkan evaporasi pada hasil pertanian sehingga dapat mempercepat proses pengeringan. Kelembaban udara dalam ruang juga perlu diperhatikan, sehingga perlu dibuat sirkulasi udara yang cukup. Sirkulasi dalam Solar Dryer Dome dapat di kontrol dengan baik karena adanya vent air inlet dan outlet pada sisi Solar Dryer Dome. Kelembaban yang yang rendah dapat mempercepat proses pengeringan. Solar Drying juga melindungi hasil pertanian dari binatang pengganggu, kotoran, debu, angin dan hujan yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produk yang dikeringkan.

Solar Dryer mampu memberikan solusi untuk pengeringan hasil pertanian yang efektif, efisien ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pengeringan yang cepat karena suhu lebih tinggi (50-60 ºC) di bandingkan suhu lingkungan luar (32-37 ºC). Ramah lingkungan dan berkelanjutan karena memanfaatkan tenaga surya sebagai tenaga pengering dan penggerak fan. Solar Dryer Dome memiliki life time hingga 10 tahun dengan sedikit maintenance bahkan free maintenance. Solar Dryer Dome diharapkan dapat membantu petani di indonesia dalam penanganan pasca panen sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional. [Br/Mn]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keuntungan – keuntungan dari Pengeringan Solar Dryer Dome

Banyak cara untuk mengeringkan produk pangan, atau komoditi pertanian. Kebanyakan dari petani Indonesia, masih menggunakan cara tradisional untuk mengeringkan komoditi pertaniannya. Kali ini kita akan membahas keuntungan-keuntungan dari pengeringan  Solar Dryer Dome. Gambar : Pengeringan menggunakan sistem tradisional Pengeringan secara tradisional tersebut dapat mengurangi hasil pasca panen, karena kemungkinan dimakan binatang dan bahkan rusak karena hujan. Selain itu, Pengeringan secara tradisional ini tidak higienis, banyak debu dan kotoran yang menempel pada hasil panen. Adapun menggunakan teknologi pengeringan dengan mesin, akan memakan biaya yang cukup banyak untuk membayar listrik dan maintenance- nya. Lalu bagaimana Solusinya ? Gambar : pengeringan komiditi pertanian di dalam Solar Dryer Dome Ini lah keuntungan- keuntungan Solar Dryer Dome bagi Pahlawan pertanian kita. Solar Dryer Dome telah di uji oleh Profesor dari Thailand yaitu Dr. Serm Janjai dari Silp...

Meningkatkan Nilai Jual Hasil Pertanian dengan Solar Dryer Dome

Foto : Pengeringan cabai Penggunaan Solar Dryer Dome selain efektif dan efisien dalam proses pengeringan hasil pertanian, dapat juga meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Pada komoditas hortikultura seperti cabai, pengeringan dapat menjadi alternatif ketika harga jatuh saat panen raya. Cabai kering dapat disimpan dalam waktu  cukup lama kemudian digunakan kembali. Cabai kering dapat di olah menjadi bubuk cabai atau menjadi bumbu siap pakai. Pada buah pisang pengeringan dan pengolahan lanjutan dapat menjadi nilai tambah bagi petani seperti sale pisang tanpa digoreng. Hal tersebut dapat juga diterapakan oleh buah buahan lainnya seperti tomat, nangka, mangga, pisang dan buah naga, sehingga hasilnya biasa disebut sebagai buah kering (dried fruit). Buah-buahan kering dapat menjadi cemilan sehat karena kandungan nutrisi pada buah tidak banyak berubah. Solar Dryer Dome  dapat menjaga kehigenisan buah yang dikeringkan. Hal ini tentu dapat menjadi pendapatan petani yang...

Penyebaran hingga proses pengeringan Pala

Sumber : Google Pala merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari MALAISE ARCHIPEL yaitu gugusan kepulauan Banda dan Maluku. Kemudian menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Sebagai tanaman rempah-rempah, pala dapat menghasilkan minyak etheris dan lemak khusus yang berasal dari biji dan fuli. Biji pala menghasilkan 2 sampai 15 % minyak etheris dan 30 - 40 % lemak, sedangkan fuli menghasilkan 7 - 18 % minyak etheris dan 20 - 30 % lemak. Fuli adalah lapisan arie yang berwarna merah tua dan merupakan selaput jala yang membungkus biji. Daging buah pala juga dapat diolah menjadi makanan dan minuman. Kebutuhan pala seluruh dunia sebesar 60 % didatangkan dari Indonesia, sehingga memiliki potensi dalam meningkatkan devisa negara pada export non migas. Produk dari pala (biji, fuli dan minyak pala) telah diekspor ke lebih dari 30 negara seperti Singapura, Belanda, Hongkong, Jepang, Belgia, Malaysia, Amerika Serikat, Perancis, India, Italia, Jerman, dan Thailand. Negara pesaing ...

Solar Dryer Dome, Solusi mempercepat pengeringan hasil pertanian

Solar Dryer Dome merupakan teknologi pengering yang digunakan beberapa produk hortikultura seperti cabai, jahe, rumput laut, pisang, atau tomat. Teknologi ini adalah terobosan baru guna memangkas waktu pengeringan yang biasanya dilakukan oleh petani. Meningkatkan produktifitas sampai dengan 45% Dengan metode pengeringan tradisional, seperti pengeringan di pinggir jalan, petani kecil sering kali harus menghadapi tantangan kontaminasi pada hasil panen mereka, dari debu, air hujan dan cahaya ultraviolet. Akibat dari berbagai faktor, 30 – 50% hasil panen mereka tidak dapat mencapai pasar dan tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan Solar Dryer Dome yang ditemukan oleh Prof. Dr. Serm Janjai dari Universitas Silpakorn di Thailand, hasil panen para petani dapat meningkat sampai dengan 45%, dan akan meningkatkan taraf hidup petani secara signifikan. Pengeringan Tomat di Thailand  Solusi rumah kaca yang inovatif Kubah (Dome) berfungsi seperti rumah kaca. Dengan konstruk...