Cabai Merah (Capsicum
annuum L.) salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai
sosial-budaya dan ekonomi yang penting bagi masyarakat indonesia. Hampir setiap
makanan khas daerah di Indonesia menggunakan cabai sebagai bahan bakunya. Pada
hari-hari besar keagamaan permintaan cabai akan meningkat dibandingkan
hari-hari biasa. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata konsumsi cabai penduduk
Indonesia perkapita sekitar 500 gram/tahun. Penduduk Indonesia saat ini sekitar
250 juta sehingga konsumsi cabai mencapai 125 ribu ton/tahun. Kebutuhan akan cabai terus meningkat setiap
tahun baik diserap oleh rumah tangga langsung ataupun industri makanan. Bagi
produsen petani cabai kondisi tersebut merupakan sebuah kesempatan sekaligus
tantangan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia. Konsumen juga menghadapi
tantangan terhadap fluktuasi harga cabai yang selalu terjadi di pasar.
Cabai segar memiliki sifat
unik yaitu mudah busuk, mudah rusak, volume besar dan produksi bersifat
musiman. Salah satu penanganan hasil pasca panen untuk mempermudah dalam
distribusi dan penyimpanan yaitu dengan metode pengeringan. Tujuan pengeringan
adalah mengurangi kadar air pada cabai pada taraf tertentu dimana proses
metabolisme dan pembusukan akibat aktivitas mikroorganisme terhenti.
Pengeringan cabai akan memperpanjang penyimpanan dan mempermudah distribusi ke
pasar. Proses pengeringan cabai harus dilakukan dengan baik untuk menjaga
aroma, warna dan kandungan gizi pada cabai. Kadar air yang harus di capai saat
proses pengeringan cabai yaitu sekitar 8-10% agar aman disimpan. Metode
pengeringan cabai yang tidak baik akan merubah warna, aroma dan kandungan gizi pada
cabai, serta dapat bersifat toksik sehingga tidak aman untuk di konsumsi. Cabai
kering sering digunakan sebagai bahan baku industri makanan dalam bentuk powder,
cabai kering juga digunakan oleh rumah tangga sebagai bumbu masak.
Pengeringan saat ini yang
banyak dilakukan masyarakat yaitu dengan penjemuran dibawah matahari langsung
ataupun pengeringan menggunakan oven. Penjemuran di bawah matahari
langsung memiliki kekurangan yaitu hasil produk yang kurang higenis dan
pengeringan bergantung pada cuaca. Pada pengeringan cabai menggunakan oven
proses pengeringan berlangsung secara cepat dan higienis, akan tetapi pada
penggunaannya mengunakan bahan bakar sebagai sumber panas. Pengeringan
menggunakan Solar Dryer Dome mampu
mengeringkan cabai lebih cepat, higienis dan menjaga kualitas warna, aroma,
nutrisi secara baik. Suhu didalam Solar
Dryer Dome dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan suhu diluar sehingga
mempercapat proses pengeringan. Kondisi tertutup Solar Dryer Dome menjaga produk tetap higenis terhindar dari
kontaminasi debu dan mikroorganisme yang dapat merusak kualitas cabai. Solar Dryer Dome menggunakan energi
matahari sebagai sumber panas. Penggunaan Solar
Dryer Dome yang mudah, efektif dan efisien diharapkan sebagai solusi bagi
petani untuk menghindari fluktuasi harga cabai.

Komentar
Posting Komentar