Langsung ke konten utama

Rempah Indonesia




sumber : Google.com

Rempah-rempah adalah suatu bagian pada tumbuhan yang digunakan sebagai bumbu, penambah aroma, cita rasa, pengaharum dan pengawet pada makanan. Rempah juga sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk obat tradisional, sebagai bahan kosmetik serta zat antibakteri. Bagian tanaman tersebut mengandung senyawa-senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk dikonsumsi dan digunakan oleh masyarakat. Contoh rempah yang digunakan rimpangnya yaitu jahe, kunyit, lengkuas, temulawak dan kapulaga. Pada bagian biji yang sering digunakan seperti biji adas, jinten, lada, dan ketumbar. Bagian daun yang sering digunakan oleh masyarakat seperti daun salam, daun jeruk, daun sirih dan daun pandan. 

Indonesia banyak sekali ditumbuhi berbagai jenis tanaman rempah, karena Indonesia termasuk pada negara tropis. Tanah yang subur dan iklim yang sesuai menjadikan Indonesia sebagai tempat yang cocok untuk budidaya tanaman rempah. Sejarah juga mencatat Indonesia berperan dalam produsen rempah global yang dimulai pada abad 12, yang mengundang negara-negara Eropa untuk datang ke Indonesia. Saat ini rempah juga merupakan salah satu produk unggulan ekspor Indonesia. Nilai ekspor rempah ditambah teh dan kopi pada tahun 2016 mencapai $ 1,7 miliar (Kemendag, 2017). Potensi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi petani untuk meningkatakan budidaya dan pengolahan yang baik pada komoditi rempah.

Pengeringan merupakan salah satu proses pengolahan yang mempengaruhi kualitas produk dari rempah. Pengeringan dapat memperpajang waktu penyimpanan dan mempermudah distribusi pada produk. Pengeringan yang baik menjaga mutu saat penyimpanan, distribusi dan pengolahan menjadi produk siap konsumsi. Kadar air yang masih tinggi saat penyimpanan dan distribusi akan mempercepat kerusakan produk akibat jamuran, dan akan menjadi busuk. Kotoran seperti tanah atau serangga yang menempel pada rempah juga akan merusak kualitas dan mutu pada rempah. Penting bagi petani untuk memperhatikan proses pengolahan terutama pada proses pengeringan. Konsumen luar negeri saat ini sangat memperhatikan kualitas dari rempah yang akan mereka terima. solar dryer dome dapat mempercepat proses pengeringan serta menjaga mutu dan kualitas rempah saat proses pengeringan. Lapisan anti UV pada solar dryer dome juga dapat menjaga keaslian warna produk saat proses penjemuran.

Komentar

  1. Dryer service in dubai
    https://www.hometech.ae/service/dryer-service/
    UAEs Authorized Major brand Dryer Service in Dubai, On-Demand experienced professionals for dryer service in Dubai.
    1634362623512-10

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keuntungan – keuntungan dari Pengeringan Solar Dryer Dome

Banyak cara untuk mengeringkan produk pangan, atau komoditi pertanian. Kebanyakan dari petani Indonesia, masih menggunakan cara tradisional untuk mengeringkan komoditi pertaniannya. Kali ini kita akan membahas keuntungan-keuntungan dari pengeringan  Solar Dryer Dome. Gambar : Pengeringan menggunakan sistem tradisional Pengeringan secara tradisional tersebut dapat mengurangi hasil pasca panen, karena kemungkinan dimakan binatang dan bahkan rusak karena hujan. Selain itu, Pengeringan secara tradisional ini tidak higienis, banyak debu dan kotoran yang menempel pada hasil panen. Adapun menggunakan teknologi pengeringan dengan mesin, akan memakan biaya yang cukup banyak untuk membayar listrik dan maintenance- nya. Lalu bagaimana Solusinya ? Gambar : pengeringan komiditi pertanian di dalam Solar Dryer Dome Ini lah keuntungan- keuntungan Solar Dryer Dome bagi Pahlawan pertanian kita. Solar Dryer Dome telah di uji oleh Profesor dari Thailand yaitu Dr. Serm Janjai dari Silp...

Penyebaran hingga proses pengeringan Pala

Sumber : Google Pala merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari MALAISE ARCHIPEL yaitu gugusan kepulauan Banda dan Maluku. Kemudian menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Sebagai tanaman rempah-rempah, pala dapat menghasilkan minyak etheris dan lemak khusus yang berasal dari biji dan fuli. Biji pala menghasilkan 2 sampai 15 % minyak etheris dan 30 - 40 % lemak, sedangkan fuli menghasilkan 7 - 18 % minyak etheris dan 20 - 30 % lemak. Fuli adalah lapisan arie yang berwarna merah tua dan merupakan selaput jala yang membungkus biji. Daging buah pala juga dapat diolah menjadi makanan dan minuman. Kebutuhan pala seluruh dunia sebesar 60 % didatangkan dari Indonesia, sehingga memiliki potensi dalam meningkatkan devisa negara pada export non migas. Produk dari pala (biji, fuli dan minyak pala) telah diekspor ke lebih dari 30 negara seperti Singapura, Belanda, Hongkong, Jepang, Belgia, Malaysia, Amerika Serikat, Perancis, India, Italia, Jerman, dan Thailand. Negara pesaing ...

Peran solar dome dalam ketahanan pangan nasional

Foto :  Solar Dryer Dome yang sudah dibangun di Kendal- Jawa Tengah Problem ketahanan pangan merupakan persoalan global termasuk Indonesia yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahun harus diiringi dengan ketersedian pangan yang mencukupi. Ketersedian pangan merupakan problem dan tantangan saat ini yang harus dihadapi  baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat. Salah satu solusi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional adalah dengan penanganan pasca panen yang efektif dan efesien untuk mengurangi kehilangan hasil panen. Hasil pertanian sering kali rusak atau kotor yang akan mempengaruhi dari kualitas dan kuantitas hasil produk pertanian. Hasil pertanian yang rusak dapat terjadi karena tingginya kadar air yang meningkatkan pertumbuhan dan pertumbuhan mikroorganisme dalam produk. Pengeringan menggunakana Solar Dryer Dome merupakan salah satu penanganan pascapanen yang dapat menjaga kualitas...

Pertanian di era Pembangunan

Menjadi petani Indonesia di era pembangunan seperti ini memang susah. Kaum Elit sibuk dengan pembangunan-pembangunan gedung, sarana prasarana, dan hal-hal yang mengenyampingkan pertanian kita. Sehingga Kehidupan sekedarnya, membuat petani Indonesia harus merasa puas. Keluhan demi keluhan di lontarkan para petani. Lahan kita luas, tapi mengapa beras masih import?mengapa bawang putih masih import? pesisir pantai kita sangat panjang, tapi mengapa beberapa bulan lalu kita harus mengimpor garam? Negeri ini butuh pembaruan pada sistem pertanian kita. Salah satu inovasi terbaru kali ini adalah pengeringan hasil pertanian. Pengeringan ini dapat membuat hasil pertanian tidak cepat busuk dan tentunya tahan hingga 6 bulan. Mengeringkan makanan tidak berarti mengurangi kandungan gizi dan zat baik pada makanan tersebut. Jika dibandingkan dengan mengeringkan dengan sistem tradisional (matahari langsung), Solar Dryer Dome akan menjadikan produk kering yang jauh lebih berkualitas. (baca: keun...

Solar Dryer Dome, Solusi mempercepat pengeringan hasil pertanian

Solar Dryer Dome merupakan teknologi pengering yang digunakan beberapa produk hortikultura seperti cabai, jahe, rumput laut, pisang, atau tomat. Teknologi ini adalah terobosan baru guna memangkas waktu pengeringan yang biasanya dilakukan oleh petani. Meningkatkan produktifitas sampai dengan 45% Dengan metode pengeringan tradisional, seperti pengeringan di pinggir jalan, petani kecil sering kali harus menghadapi tantangan kontaminasi pada hasil panen mereka, dari debu, air hujan dan cahaya ultraviolet. Akibat dari berbagai faktor, 30 – 50% hasil panen mereka tidak dapat mencapai pasar dan tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan Solar Dryer Dome yang ditemukan oleh Prof. Dr. Serm Janjai dari Universitas Silpakorn di Thailand, hasil panen para petani dapat meningkat sampai dengan 45%, dan akan meningkatkan taraf hidup petani secara signifikan. Pengeringan Tomat di Thailand  Solusi rumah kaca yang inovatif Kubah (Dome) berfungsi seperti rumah kaca. Dengan konstruk...